Pepadun.com, Lifestyle – Dalam Islam, tidur siang dikenal dengan istilah Qailulah. Ini adalah sunah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW karena dapat memberikan energi tambahan untuk beribadah dan menjaga kesehatan tubuh.
Salah satu waktu tidur yang membawa berkah adalah tidur siang. Manusia dianjurkan untuk beristirahat sebentar di kala beraktivitas agar nantinya kembali segar dan maksimal.
Waktu qailulah ini ada yang menafsirkan tidur sebelum waktu zuhur (tergelincirnya matahari), ada pula yang menafsirkan setelah masuk waktu zuhur.
Pastinya, fungsi utama tidur siang ini adalah sebagai persiapan agar dapat melaksanakan qiyam al-lail dengan shalat dan berdzikir di malam hari.
Berikut adalah ringkasan panduan dan adab tidur siang dalam Islam:
1. Waktu yang Dianjurkan
Sebelum atau sesudah zuhur: Ulama berbeda pendapat, namun waktu yang paling umum adalah beberapa saat sebelum azan zuhur (menjelang matahari tergelincir) atau segera setelah salat zuhur.
2. Durasi yang Tepat
Waktu tidur siang 15 hingga 30 menit: Durasi ini dianggap paling ideal. Qailulah tidak bertujuan untuk tidur dalam waktu lama, melainkan sekadar istirahat singkat agar tubuh kembali segar.
3. Keutamaan Qailulah
Sunah Nabi: Rasulullah SAW bersabda untuk melakukan qailulah, karena setan tidak tidur siang.
Membantu ibadah malam: Tidur siang dapat menjadi cadangan energi agar lebih kuat dan segar dalam menjalankan ibadah malam (seperti tahajud).
4. Jika Tidak Bisa Tidur
Anda tidak harus benar-benar terlelap. Sekadar memejamkan mata atau berbaring sejenak dengan niat mengikuti sunah qailulah sudah mendatangkan nilai ibadah dan manfaat. (*)
