Pepadun.com, Mancanegara – Antaresia perthensis tercatat sebagai jenis ular piton terkecil di dunia.
Namanya juga disebut Pygmy Python atau Children’s Python kerdil
Data cepatnya
– Ukuran*: Panjang dewasa cuma 40 cm – 60 cm. Beratnya sekitar 150 – 200 gram. Sebesar pulpen besar lah
– Asal: Endemik Australia Barat. Banyak ketemu di daerah Kimberley dan Pilbara, hidup di celah batu, lubang pohon, dan semak
– Warna: Coklat kemerahan sampai coklat tua dengan pola belang samar. Perutnya krem
– Sifat: Kalem, tidak agresif, dan nokturnal. Makanannya tikus kecil, kadal, dan burung kecil di alam
– Umur: Bisa sampai 20-25 tahun kalau dirawat dengan baik
Kenapa disebut “terkecil”?
Dibanding piton lain seperti Retic atau Sanca Batik yang bisa 5-7 meter, Antaresia perthensis ini imut banget. Genus Antaresia memang isinya piton-piton kerdil Australia.
Kalau dipelihara
Karena ukurannya kecil dan temperamennya tenang, dia cukup populer di kalangan penghobi reptil. Tapi tetap butuh kandang dengan suhu 28-32°C di area hangat, tempat sembunyi, dan makan 1x seminggu.
Catatan penting: di Indonesia reptil ini termasuk satwa dilindungi di negara asalnya. Jadi kalau mau pelihara pastikan dari penangkaran legal dan ada dokumennya. (*)
