Pepadun.com, Nasional – Bank Dunia (World Bank) menunjuk Sri Mulyani sebagai Ketua Independen Asosiasi Pengembangan Internasional atau Independent Co-Chair of International Development Association (IDA) yang ke-22. Salah satu tugasnya adalah mengggalang dana untuk IDA22 lintas donor dan negara-negara peminjamnya.
1. Apa itu IDA-22?
IDA = International Development Association, lembaga di bawah Bank Dunia yang khusus kasih pinjaman hibah + bunga sangat rendah ke 75 negara termiskin di dunia.
IDA-22 = putaran ke-22 penggalangan dana IDA. Dilakukan tiap 3 tahun sekali. Targetnya kumpul dana dari negara donor + negara peminjam untuk 3 tahun ke depan.
2. Peran Sri Mulyani
Bank Dunia menunjuk Bu Sri sebagai Independent Co-Chair untuk proses replenishment IDA-22.
Posisinya independen, bukan mewakili pemerintah Indonesia saja. Tugasnya netral menjembatani donor dan negara penerima.
Tugas utamanya untuk enggalang dana untuk IDA-22 lintas donor dan negara-negara peminjamnya. Jadi dia memimpin pertemuan, lobi negara kaya untuk naikin komitmen, sekaligus pastikan suara negara berkembang didengar.
Ini sejalan dengan pengalaman beliau:
– Selama 2017-2024 pemerintah RI rutin tambah investasi ke IDA lewat PMK
– Tahun 2018 APBN juga dipakai untuk investasi ke IDA.
3. Kenapa ditunjuk?
Bank Dunia butuh figur yang:
1. Punya kredibilitas fiskal global. Sri mantan Managing Director World Bank 2010-2016, dan 14 tahun jadi Menkeu
2. Dipahami donor & penerima- Indonesia posisinya negara G20 sekaligus masih penerima bantuan pembangunan.
3. Jago negosiasi – Rekam jejaknya di G20, IMF-WBG Spring Meetings, dan Koalisi Menkeu untuk Iklim.
4. Konteks kerja IDA-22
Agenda IDA-22 fokus ke: kemiskinan ekstrem, perubahan iklim, kesehatan, pendidikan, dan ketahanan negara rapuh.
Negara donor biasanya US, Jepang, Jerman, UK. Negara peminjam: negara Afrika, Asia Selatan, Pasifik. Tugas Co-Chair adalah bikin semua sepakat soal jumlah dana dan prioritasnya.
Catatan waktu: Penunjukan ini terjadi saat beliau masih Menkeu. Setelah pamit 9 September 2025, posisinya di IDA-22 kemungkinan sudah diselesaikan atau dilanjutkan sampai proses replenishment selesai.
Singkatnya: beliau jadi “juru runding utama” Bank Dunia untuk minta negara-negara kaya menyetor dana ke IDA, sekaligus memastikan dananya tepat sasaran. (*)
