Pepadun.com, Nasional – Desil itu cara membagi kelompok penduduk jadi 10 kelompok. Nah “setelah sensus ekonomi” maksudnya: BPS pakai data Sensus Ekonomi buat ngitung dan nentuin siapa masuk desil berapa.
Penjelasan simpelnya itu menjadi salah satu satuan ukur untuk rumah tangga/usaha di Indonesia diurutkan pendapatannya dari paling kecil → paling besar.
Lalu dibagi 10 kelompok sama rata:
Desil 1: 10% rumah tangga/usaha dengan pendapatan paling rendah.
Desil 2: 10% berikutnya.
Desil 3-8: Kelompok menengah.
Desil 9: 10% kedua tertinggi.
Desil 10: 10% rumah tangga/usaha dengan pendapatan paling tinggi.
Jadi kalau ada berita “bantuan diberikan ke Desil 1-4”, artinya diberikan ke 40% penduduk paling bawah secara ekonomi.
Kenapa dipakai setelah Sensus Ekonomi?
1. Datanya lebih lengkap
Sensus Ekonomi 2026 ini mendata semua usaha, dari UMKM warung sampai perusahaan besar. Jadi BPS bisa lihat gambaran ekonomi yang bener-bener nyata, bukan cuma dari sampel.
2. Buat nentuin kebijakan tepat sasaran
Setelah punya data desil, pemerintah bisa bedain:
– Desil 1-2: butuh bantuan sosial, subsidi
– Desil 3-4: rentan miskin, butuh pelatihan/UMKM
– Desil 5-8: kelas menengah, butuh kredit usaha
– Desil 9-10: bisa jadi target pajak/pembayaran penuh
3. Buat lihat ketimpangan
Kalau jarak antara Desil 1 dan Desil 10 jauh banget, artinya kesenjangannya tinggi.
Bedanya dengan desil di sensus penduduk biasa
Sensus Penduduk ngukur orang/rumah tangga.
Sensus Ekonomi ngukur usaha. Jadi desil di sini bisa dipakai buat lihat: 10% usaha terkecil, 10% usaha menengah, dst. Penting buat program bantuan UMKM dan kredit.
Singkatnya: Desil merupakan alat pengelompokan 10 tingkatan ekonomi* biar bantuan dan kebijakan nggak rata semuanya, tapi pas ke yang butuh.
Desil Berdasarkan Penghasilan/Pengeluaran 2026
Penting dulu ya: BPS & Kemensos resmi menyatakan TIDAK ada batas penghasilan tetap untuk tiap desil.
Desil di DTSEN 2026 dihitung dari 39 indikator: kondisi rumah, aset, pendidikan, pekerjaan, kesehatan, dll. Bukan cuma gaji.
Tapi karena banyak yang nanya patokan, beredar beberapa estimasi dari analisis BPS + sistem DTKS. Ini tabel perkiraan yang paling sering dirujuk:
Tabel Estimasi Desil 1-10 Tahun 2026
Desil Status Kesejahteraan Estimasi Pengeluaran/Penghasilan per Kapita/Bulan Prioritas Bansos
Desil 1 Sangat Miskin < Rp 480.000 Prioritas utama PKH, BPNT, PBI-JK
Desil 2 Miskin Rp 480.000 – Rp 600.000 Prioritas utama
Desil 3 Hampir Miskin Rp 600.000 – Rp 750.000 Prioritas bantuan
Desil 4 Rentan Miskin Rp 750.000 – Rp 1.100.000 Batas atas bansos: PBI-JK, PIP
Desil 5 Menengah Bawah – –
Desil 6 Menengah Bawah Rp 3.000.000 – Rp 4.500.000 Sangat kecil
Desil 7 Menengah Tengah Rp 4.500.000 – Rp 6.000.000 Tidak ada
Desil 8 Menengah Atas Rp 6.000.000 – Rp 10.000.000 Tidak ada
Desil 9 Kaya Rp 10.000.000 – Rp 20.000.000 Tidak ada
Desil 10 Sangat Kaya > Rp 20.000.000 Mustahil
d49a1a01
Catatan: Tabel Desil 6-10 di atas adalah estimasi/analisis. Tabel viral yang bilang Desil 10 = di atas Rp 3 juta itu dibantah Kemensos & BPS tidak valid. 1a0147cf
3 Hal penting yang harus kamu tahu:
- Tidak ada angka pasti
Gaji Rp 3 juta bisa masuk Desil 4 di daerah mahal, tapi bisa masuk Desil 9 di daerah lain kalau punya rumah sendiri, aset, dll. BPS bilang tidak ada batas penghasilan tunggal yang otomatis menentukan desil.- Desil 9-10 tidak otomatis “kaya raya”
Banyak warga pas-pasan masuk Desil 9-10 karena indikator lain bagus. Rentang Desil 10 bahkan dari Rp 3,03 juta sampai Rp 133 juta per kapita. Sebagian besar isinya masih kelas menengah. - Desil bersifat dinamis
Bisa berubah kalau ada renovasi rumah, nambah aset, jumlah tanggungan berubah.
Cara cek desil kamu yang resmi:
- Buka https://dtsen.web.bps.go.id
- Masukkan 16 digit NIK KTP.
