Pepadun.com, Lifestye – Puasa Syawal adalah puasa sunnah enam hari di bulan Syawal setelah Ramadhan, yang memiliki keutamaan luar biasa, terutama pahala setara puasa setahun penuh. Amalan ini menyempurnakan pahala Ramadan, tanda syukur, dan wujud konsistensi ibadah (istiqomah).
Bolehnya menggabungkan niat ibadah sunnah bersamaan. Misal, niat salat sunnah fajar sekaligus salat tahiyatul masjid.
Yuk mumpung masih bulan baik, buruan gih puasa Syawal. Dicicil aja dulu. Mulai Kamis besok aja.
Lanjut puasa Ayyamul Bidh, puasa sunnah tiga hari tanggal 13, 14,15 di kalender Hijriah.
Bulan Syawal di kalender Masehi itu abis tanggal 18 April. Nah kalau puasa sunnah tiga hari di pertengahan bulan Hijriah itu Mulai Kamis, Jumat, Sabtu di tanggal 2, 3, 4 April 2026.
Banyak anjuran soal puasa yang dicontohkan nabi SAW. Kata sahabat Abu Hurairah RA lewat riwayat Imam Bukhari, tiga nasihat Rasulullah yang nggak bakal ditinggalkan hingga dia mati di antaranya puasa tiga hari setiap bulannya, salat Dhuha, plus salat witir sebelum tidur.
Jangan ditanya keutamaan enam hari puasa Syawal, Ayyamul Bidh, Senin/ Kamis, puasa Daud. Monggo googling aja.
Puasa dapat dilakukan berturut-turut atau terpisah. Berikut adalah keutamaan utama puasa Syawal:
Pahala Setara Puasa Setahun Penuh:
Berdasarkan hadits riwayat Muslim, barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian diikuti enam hari Syawal, ia mendapatkan pahala seperti puasa setahun. Ini karena satu kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali lipat.
Penyempurna Ibadah Ramadan:
Sebagaimana shalat sunnah rawatib menyempurnakan shalat fardhu, puasa Syawal berfungsi menutupi kekurangan selama puasa Ramadan.
Tanda Istiqomah dan Syukur: Menjalankan puasa Syawal menunjukkan bahwa ketaatan seorang muslim tidak berhenti setelah Ramadan selesai.
Tanda Diterimanya Amal Ramadan: Para ulama menyebutkan bahwa salah satu tanda diterimanya amal shalih (puasa Ramadhan) adalah dilanjutkan dengan amal shalih berikutnya.
Melatih Kedisiplinan: Puasa ini membantu menjaga kebiasaan baik dan disiplin yang telah terbentuk selama bulan Ramadan.
Catatan Penting: Sebaiknya mendahulukan qadha (ganti) puasa Ramadan jika memiliki utang puasa, sebelum melaksanakan puasa sunnah Syawal agar kewajiban wajib gugur terlebih dahulu.
