Pepadun.com, Lifestyle – Beragam mitos tentang puasa kerap beredar setiap Ramadan dan sering menimbulkan kebingungan. Dengan memahami mana yang mitos dan mana yang fakta, umat Muslim dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang, yakin, dan khusyuk. Ramadan pun dapat dijalani sebagai momentum memperbaiki diri lahir dan batin secara optimal.
Bulan Ramadan selalu hadir sebagai momen istimewa bagi umat Muslim di seluruh dunia.
Selain menjadi bulan penuh berkah dan ampunan, Ramadan juga merupakan waktu terbaik untuk meningkatkan kualitas ibadah serta memperkuat ketakwaan.
Selama Ramadan, umat Islam menjalankan ibadah puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih pengendalian diri, memperbanyak amal kebaikan, serta memperhalus akhlak.
Namun, di tengah semangat beribadah tersebut, masih beredar berbagai mitos seputar puasa yang kerap dipercaya sebagian masyarakat.
Mitos-mitos ini, jika tidak diluruskan, bisa menimbulkan keraguan dan mengurangi kekhusyukan ibadah.
Berikut ini mitos puasa Ramadan yang ternyata tidak benar, disertai penjelasan.
1. Menelan ludah membatalkan puasa
Banyak orang, termasuk anak-anak percaya bahwa menelan ludah bisa membatalkan puasa. Padahal, ludah merupakan cairan alami tubuh dan menelannya tidak membatalkan puasa. Yang perlu dihindari adalah sengaja mengumpulkan ludah dalam jumlah banyak lalu menelannya, karena tindakan tersebut dinilai tidak wajar dan berpotensi membatalkan puasa menurut sebagian pendapat.
2. Mengganti sahur dengan makan banyak di malam hari
Sebagian orang beranggapan sahur tidak perlu karena bisa diganti dengan makan banyak di malam hari. Faktanya, sahur sangat dianjurkan karena memberikan energi yang dibutuhkan tubuh sepanjang hari. Melewatkan sahur dapat membuat tubuh cepat lemas dan menurunkan konsentrasi, meskipun sebelumnya sudah makan dalam jumlah besar.
3. Puasa Menyebabkan Kekurangan Nutrisi
Puasa sering dianggap membuat tubuh kekurangan nutrisi. Anggapan ini tidak sepenuhnya benar. Kebutuhan nutrisi tetap dapat terpenuhi jika pola makan saat sahur dan berbuka diatur dengan seimbang. Bahkan, puasa yang dijalankan dengan benar dapat memberikan manfaat kesehatan, seperti membantu proses detoksifikasi dan memperbaiki metabolisme tubuh.
4. Menggosok Gigi Membatalkan Puasa
Menggosok gigi saat berpuasa kerap dianggap membatalkan. Faktanya, menyikat gigi tidak membatalkan puasa selama pasta gigi atau air tidak tertelan. Untuk menghindari keraguan, menyikat gigi dapat dilakukan sebelum imsak atau setelah berbuka, sehingga kebersihan mulut tetap terjaga.
5. Menangis Membatalkan Puasa
Ada pula anggapan bahwa menangis bisa membatalkan puasa. Faktanya, menangis tidak membatalkan puasa karena tidak ada benda yang masuk ke dalam rongga tubuh. Namun, jika air mata bercampur dengan air liur lalu tertelan hingga ke tenggorokan, hal tersebut dapat berpotensi membatalkan puasa.
Agar tidak terjebak dalam mitos, penting pula memahami hal-hal yang secara nyata membatalkan puasa, di antaranya:
1. Makan dan minum dengan sengaja pada waktu puasa.
2. Hubungan suami istri di siang hari.
3. Muntah dengan sengaja.
4. Menstruasi dan nifas pada perempuan.
5. Hilangnya akal atau kesadaran sepanjang hari.
6. Memasukkan sesuatu ke dalam tubuh secara sengaja melalui rongga terbuka yang bersifat mengenyangkan atau memberi nutrisi. (*)
