Pepadun.com, Lifestyle – Puasa sering disebut-sebut bisa membantu tubuh melakukan ‘detoksifikasi’, termasuk pada organ ginjal. Lalu, bagaimana proses penetralan tersebut terjadi?
Puasa memberikan manfaat neurobiologis yang signifikan, termasuk meremajakan sel otak, meningkatkan fungsi kognitif, dan mencegah penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson.
Melalui mekanisme autofagi (pembersihan sel rusak) dan penurunan kadar insulin, puasa meningkatkan plastisitas otak, memperbaiki memori, serta mendukung pemulihan penderita stroke.
Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PB PERNEFRI) Dr dr Pringgodigdo Nugroho, SpPD-KGH mengatakan benar adanya puasa dapat membantu menyehatkan berbagai organ, termasuk ginjal itu sendiri.
Salah satu proses menyehatkan ginjal melalui puasa menurut dr Pringgo adalah saat tekanan darah terjaga tetap normal.
Namun, dr Pringgo menambahkan bahwa tidak ada tanda-tanda khusus apakah detoksifikasi ginjal melalui puasa itu dinilai sukses atau gagal.
Meski begitu, bukan berarti tidak ada ‘tanda’ yang bisa didapat dari niat detoksifikasi tersebut. Setidaknya, menurut dr Pringgo, tanda yang mungkin bisa muncul adalah kesadaran seseorang untuk hidup lebih sehat. (*)
