Pepadun.com, Mancanegara – Dalam sebuah wawancara dengan Anadolu Agency, Bzeek mengatakan kisahnya membantu mengubah stigma negatif tentang Muslim di Amerika Serikat.
Bzeek bilang, Muslim di AS sering dipandang negatif sebagai “penjahat, pembunuh, kami tidak baik dan Islam hanyalah agama darah dan kehancuran.”
“Kisah saya mengubah cara berpikir orang Amerika tentang Muslim,” kata Bzeek. “Saya menunjukkan kepada mereka Islam yang sebenarnya. Islam adalah tentang cinta dan kasih sayang dan simpati terhadap orang lain.”
Bagi kamu yang tertarik membantu Bzeek merawat anak terlantar, kamu bisa berpartisipasi dengan berdonasi di platform urun dana GoFundMe.
Awalnya, warga di sebuah perumahan sederhana Los Angeles bergunjing. Ada pria Muslim bernama Mohammad Bzeek yang sering mengadopsi anak-anak. Tapi anehnya, hampir semuanya… meninggal dunia tak lama kemudian. “Apa yang disembunyikan pria ini?” gumam mereka.
Belakangan, apa yang mereka lihat justru membekukan hati. Bukan horor, melainkan keajaiban kasih sayang. Mohammad dan almarhum istrinya, pendakwah setia, telah mengadopsi puluhan anak dengan penyakit langka stadium akhir. Kanker tulang ganas, distrofi otot, tumor otak-kondisi yang membuat dokter angkat tangan. Orang tua kandung menyerah, rumah sakit kehabisan tempat. Anak-anak ini al ado biasanya mati sendirian di rumah sakit, dingin dan terabaikan.
Mohammad mengubah itu semua. Selama lebih dari 20 tahun, ia merawat mereka di rumah kecilnya. Memberi pelukan hangat, cerita pengantar tidur, dan doa setiap malam. “Saya ingin mereka merasakan cinta ibu dan ayah di detik-detik terakhir,” katanya suatu kali dalam wawancara. Anak terakhirnya, Gabriel, lumpuh dan buta, meninggal di pelukannya pada 2017. (*)
