BerandaMancanegaraKisah Saddam Hussein, Dieksekusi Tanpa Penutup Mata

Kisah Saddam Hussein, Dieksekusi Tanpa Penutup Mata

Published on

spot_img

Pepadun.com, Mancanegara – Irak sebelum 2003 adalah paradoks Mesopotamia yang memukau. Di bawah Saddam Hussein, negara ini menjadi mercusuar intelektual Arab dengan pendidikan dan kesehatan gratis yang diganjar medali UNESCO pada 1982. 

Namun, kemakmuran ini menyimpan “dosa” fatal bagi Barat: keberanian untuk mandiri. Dokumen deklasifikasi CIA menunjukkan Saddam diduga telah dipantau sejak 1959, hingga ia melakukan nasionalisasi minyak pada 1972—langkah berani yang memutus urat nadi korporasi global dan membangun militer keempat terbesar di dunia.

Washington mulai gelisah melihat singa gurun yang tak lagi bisa dikendalikan.

Kehancuran dimulai saat Irak terhimpit utang $40 miliar pasca-perang Iran.

Saddam mengincar Kuwait, memicu Perang Teluk I. Di sinilah mahakarya propaganda “Nayirah” lahir; tangisan palsu seorang gadis soal bayi inkubator demi membasuh trauma Vietnam rakyat Amerika agar merestui perang fisik. 

Berdasarkan analisis ekonomi politik, alasan sebenarnya diduga adalah ketakutan Barat jika cadangan minyak Kuwait dan Dinar yang perkasa—di mana 1 Dinar setara 3 Dolar—jatuh ke tangan Saddam, mengancam stabilitas hagemoni Dolar secara global.

AS dan koalisi memenangkan perang, namun Irak dibiarkan menderita dalam sanksi panjang.

Puncak konspirasi terjadi pada tahun 2000 saat Saddam mulai menjual minyak menggunakan Euro. 

Vonis mati pun ditandatangani. Narasi Senjata Pemusnah Massal (WMD) dirancang sebagai pintu masuk invasi 2003. Colin Powell berdiri di podium PBB membawa tabung antraks palsu, membohongi dunia demi penggulingan paksa pemimpin yang berani menantang sistem perbankan Barat.

Berdasarkan investigasi mendalam pasca-perang, senjata itu tak pernah ada. Irak hancur lebur bukan demi kemanusiaan, tapi demi kontrol energi dan mata uang.

Saddam ditangkap dalam lubang bawah tanah, lalu diseret ke teater pengadilan boneka lalu berteriak “Saya akan dieksekusi oleh AS, sementara kalian para pemimpin Arab akan dieksekusi oleh rakyat kalian sendiri.”. Ia tetap tegak hingga fajar Idul Adha 2006 menjadi saksi akhir hidupnya di tiang gantung. Tanpa penutup mata, ia merapal Syahadat di tengah ejekan algojo. Irak kini hanyalah failed state yang terkoyak konflik sektarian.

Latest articles

SMSI-ABPEDNAS Jajaki Kolaborasi Penguatan Desa dan Publikasi Program Strategis

Pepadun.com, Jakarta – Pengurus Pusat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) melakukan audiensi dengan Dewan...

Menakar Program MBG, Antara SLHS dan Operasional SPPG 

Pepadun.com, Lampung-Sekretariat Bersama (Sekber) 3 Konstituen Dewan Pers Provinsi Lampung mencermati ada makna “janggal”...

Sapi Limosin Bantuan Presiden Dibeli Rp118 Juta dari Peternak Kota Metro

Pepadun.com, Metro - Presiden Prabowo Subianto menyalurkan bantuan 16 ekor sapi kurban untuk Provinsi...

Asosiasi Media Siber-DPRD Lampung Bahas  Dampak Perputaran Ekonomi Program MBG Rp1 Triliun per Bulan

Pepadun.com, Bandarlampung — Sekretariat Bersama (Sekber) tiga asosiasi media konstituen Dewan Pers di Provinsi...

More like this

SMSI-ABPEDNAS Jajaki Kolaborasi Penguatan Desa dan Publikasi Program Strategis

Pepadun.com, Jakarta – Pengurus Pusat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) melakukan audiensi dengan Dewan...

Menakar Program MBG, Antara SLHS dan Operasional SPPG 

Pepadun.com, Lampung-Sekretariat Bersama (Sekber) 3 Konstituen Dewan Pers Provinsi Lampung mencermati ada makna “janggal”...

Sapi Limosin Bantuan Presiden Dibeli Rp118 Juta dari Peternak Kota Metro

Pepadun.com, Metro - Presiden Prabowo Subianto menyalurkan bantuan 16 ekor sapi kurban untuk Provinsi...