Pepadun.com, Bisnis – Para pelaku usaha yang memiliki modal semakin ditantang untuk jeli melihat peluang investasi.
Di tengah dinamika ketidakpastian ekonomi global dan perubahan perilaku konsumen, sejumlah sektor di Indonesia menunjukkan potensi pertumbuhan yang signifikan hingga akhir 2025.
Dengan strategi tepat, menanamkan modal pada sektor tersebut dapat menjadi langkah cerdas untuk menjaga arus keuntungan tetap stabil.
Bagi investor maupun pengusaha, keputusan memilih bidang usaha yang tepat tidak hanya berpengaruh pada keuntungan jangka pendek, tetapi juga keberlanjutan bisnis masa depan.
Menyoroti kinerja saham unggas (JPFA, CPIN), akumulasi saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) oleh investor kakap, potensi bisnis konsumsi hingga akhir tahun, dan tren konglomerat yang ekspansi ke bisnis energi hijau untuk keuntungan jangka panjang.
Saham Unggas: JPFA dan CPIN naik laba bersih per kuartal III 2025 (JPFA +15% YoY, CPIN +40% YoY), JPFA lebih volatile & dihargai lebih murah (PE 8-9x) dibanding CPIN yang premium (PE 15x).
Saham CUAN (Petrindo): Investor besar seperti BlackRock & Vanguard terus menambah kepemilikan saham di kuartal IV 2025 seiring rencana ekspansi perusahaan Prajogo Pangestu ini.
Sektor Potensial: Bisnis konsumsi masyarakat diperkirakan masih “cuan” hingga akhir 2025.
Bisnis Hijau Konglomerat: Konglomerat besar Indonesia agresif ekspansi ke energi terbarukan (surya, angin, EV) untuk keuntungan jangka panjang dan dukung Net Zero Emission.Dividen & Kinerja IHSG: Beberapa emiten (KEEN, UNVR) akan bagi dividen, sementara IHSG sempat menguat sepekan awal Desember 2025.
Berita CUAN Teknis: Saham CUAN direkomendasikan buy on weakness dengan potensi target profit di level tinggi baru. (*)
